Tubuh perempuan memang luar biasa. Dari tubuh Ibu, akan
tumbuh janin buah cinta Ibu dengan Bapak. Janin tersebut akan membesar, dan
akhirnya akan keluar melalui vagina. Bayangkan bagaimana bayi yang begitu besar
bisa melalui jalan vagina yang kecil. Tubuh Ibu akan mempersiapkan diri untuk
menghadapi persalinan maupun pasca persalinannya.
1. Meregang dan mengkerut lagi
Vagina itu organ yang sangat mudah meregang, bisa
mengembang sampai 10 cm agar bayi bisa melewatinya, dan kemudian mengkerut
lagi. Meskipun begitu, vagina dikelilingi oleh serangkaian otot
yang sebut otot dasar panggul, dan otot-otot ini dipengaruhi oleh kehamilan dan
persalinan.
Kemampuan peregangan vagina tergantung pada beberapa faktor,
termasuk gen bawaan, ukuran bayi, berapa lama Ibu mengejan, dan apakah
peregangan dibantu dengan forcep (alat untuk membantu mengeluarkan bayi). Melakukan latihan dasar panggul bisa membantu mengetatkan otot vagina,
yang secara efektif juga akan mengencangkan dinding vagina.
2. Robekan akan menyatu lagi
Sekitar 50 persen ibu yang baru pertama kali melahirkan
butuh jahitan untuk mengatasi perubahan vagina setelah melahirkan. Namun Mama
tak usah khawatir; hal itu tidak sesakit yang Mama bayangkan. Jika Anda
belum pernah menjalani epidural, Anda akan diberi suntikan anestesi lokal
sementara dokter atau bidan akan menjahit robekan atau guntingan episiotomi
(area kulit antara vagina dan anus).
Benang untuk menjahit robekan vagina lunak dan pada akhirnya
akan menyatu dengan kulit. Karena itu, dokter tidak akan melepas jahitan ketika
jaringan di bawah kulit telah menyatu. Namun, Mama mungkin tetap bisa merasakan
apakah area tersebut terasa empuk, bengkak, atau memar. Hal ini juga terjadi
meskipun Mama tidak mendapatkan jahitan setelah melahirkan normal.
Dokter biasanya akan memberikan obat pereda sakit setelah
persalinan. Jika Mama merasa sulit buang air kecil karena jahitan tersebut,
coba siramkan air hangat pada kemaluan Mama. Atau, pipislah sambil mandi karena
hal itu akan mengencerkan kadar asam pada urin.
3. Tidak bisa menahan pipis
Lebih dari 40 persen perempuan akan mengalami
inkontinensia (tidak mampu menahan buang air kecil) setelah punya anak. Seringkali ada sedikit urin yang keluar, terutama ketika
Anda tertawa, batuk, atau bersin. Namun itu bisa menghilang dalam beberapa
minggu setelah melahirkan sehingga Anda tak perlu khawatir.
Untuk mencegah inkontinensia, Ibu disarankan untuk melatih
otot dasar panggul lagi. Caranya, dengan menarik dan melepaskan otot vagina,
seperti ketika Ibu mencoba menahan pipis. Jangan lupa, latihan ini harus
dilakukan setiap hari seperti ketika Anda mandi. Anda bisa kok melakukannya
sambil duduk ketika menyusui atau menunggu lampu lalu lintas menjadi
hijau.
4. Peranakan turun
Kadang-kadang tekanan saat mengejan dalam proses persalinanbisa menyebabkan peranakan turun (prolaps). Artinya, satu atau lebih dari
organ-organ panggul (seperti rahim, kantung kemih, atau dubur) turun ke arah
vagina. Hal ini sebenarnya jarang terjadi, hanya pada sekitar 10 persen
perempuan. Hal itu bisa terasa berat, Anda bahkan mungkin bisa merasakan
dan melihat tonjolan di dalam vagina. Jika prolaps itu menekan kantung kemih,
Anda mungkin akan sering ke toilet.
Untungnya, peranakan turun itu bisa pulih seiring
berjalannya waktu. Ibu bahkan tidak perlu perawatan khusus, tergantung pada
tingkat keparahannya. Jika setelah enam minggu kontrol tidak merasa lebih baik, Ibu bisa mengunjungi dokter untuk dirujuk pada ahli fisioterapi panggul.
5. Vagina kering dan libido rendah
Ketika baru punya bayi, Ibu akan mulai kekurangan tidur.
Perhatian Ibu pun akan terfokus pada bayi. Kadar estrogen menurun sehingga
tubuh mulai memproduksi ASI, tetapi hal ini bisa menyebabkan kondisi vagina setelah
melahirkan jadi kering dan libido yang rendah. Semakin lama Ibu menyusui,
semakin rendah kadar estrogen maupun libido Ibu. Akibatnya, meski menyusui itu
baik untuk bayi, namun bisa memengaruhi kehidupan seks Ibu.
Dalam kondisi seperti ini, Ibu perlu tetap memerhatikan
kebutuhan Bapak. Jangan abaikan Bapak karena terlalu terfokus pada bayi. Gunakan
cairan lubrikasi jika vagina yang kering menyebabkan hubungan seks terasa
nyeri. Berikan pengertian pada pasangan untuk tidak terburu-buru memaksakan hubungan
seks, bagaimana pun Mama lah yang merasakan ketidaknyamanan tersebut.
Apa pun kondisi vagina setelah melahirkan, perempuan diberi
kemampuan untuk memulihkan diri. Mudah-mudahan Ibu bisa menerima kondisi itu
sebagai bagian dari kehadiran seorang bayi, agar Ibu tidak stres
berkepanjangan.
SEMOGA BERMANFAAT!






Tidak ada komentar:
Posting Komentar